my lil’ sista gone WILD
February 3rd, 2007 by saginmovementadik kecilku yang bernama misya felicitia (2tahun), saat ini memang sedang sangat lucu-lucunya. lompat kesana kemari diiringi senyum tak berdosa. namun belakangan ini sangat membuatku kesal.
She’s gone wild.
berikut ini beberapa perilakunya:
1. saat itu saya sedang menonton sinetron Intan (di RCTI, senin s/d jum’at 18.00 WIB). dan sedang rame”nya, adegan itu menunjukkan saat Intan bertemu dengan ibu kandungnya, yang berarti sedang klimaks dalam episode tersebut. Namun tiba-tiba ada sesosok makhluk kecil (tinggi 98 cm/11 kg) muncul di depan televisi, dan tiba” memencet tombol ‘power’ pada tv tersebut. ‘aaarrrggghh’ aku teriak. namun makhluk kecil yang bernama misya itu lari” kecil dan tertawa bak malaikat surga. dengan sabar aku menyalakan tv tersebut. dan misya mematikan lagi. mati. nyala. mati. nyala. begitu seterusnya. tidaaaak…. jadilah aku kehilangan konsentrasi pada sinetron tsb. padahal lagi rame”nya.
2. saat aku sedang tidur siang dengan nyenyak”nya. diselimuti udara dingin perbukitan kota bandung. entah mengapa punggungku merasa sangat amat hangat. dan ternyata…..
Misya ngompol di kasurku. menodai punggungku. membaupesingkan tubuhku.
3. pada suatu malam, tatkala (aduh bahasanyaaaaa) saya sedang menyikat gigiku ketika mau tidur. muncullah misya dari balik kamar mandi.
“aah agi pa?” (sarah lagi apa?)
“hihat hihi” (sikat gigi), mulutku penuh dengan busa.
“ooo…”.
lalu aku berkumur dan bersiap tidur.
namun ketika udah di tmpat bobo, aku teringat, hp-ku tertinggal di kamar mandi. lalu aku balik ke sana.
guess what i found?
misya sedang asyik makan odol.
makan odol?
ya, makan odol.
jadi dia memasukka odol ke mulutnya, lalu memasukkan sikat gigi ke mulutnya, dan mulai “menyikat” giginya.
ya allaaaaaaahhhh…
aku mulai berpikir jernih : itu odol orang dewasa, banyak pemanis, banyak bahan berbahaya, banyak deterjen, dll. tidak cocok dikonsumsi untuk bayi (kayak susu kental manis aja, hehe).
lalu dengan sigap aku merebut dua benda berbahaya itu dari tangannya.
dan dia mulai menjerit.
dari kejauhan aku mendengar bundaku berteriak “teteeeehhh, adiknya jangan dibikin nangis!!”.
lalu aku menyodorkan sebuah gelas berisi air untuk berkumur.
dia mulai memasukkan air ke dalam mulutnya, lalu ditelan.
seharusnya kalau berkumur kan airnya dikeluarin lagi.
huwaaa… tambah panik.
di dalam pasta gigi itu terdapat zat” kimia yang berbahaya untuk bayi. dan kini misya telah menelannya.
lalu aku berkumur. (bermaksud memberikan contoh yang benar kepadanya, aku tahu, dalam usia golden age 2-6 tahun, otak anak berkembang pesat *so what?!?!?*, ya… bayi kan pintar meniru).
“jadi gini caranya”, aku memasukkan air ke dalam mulut, berkumur, lalu dibuang lagi, “ngerti?”.
dasar bayi, dia hanya melongo.
lalu aku menyodorkan gelas lagi kepadanya.
dia mulai memasukkan air ke mulutnya, ditelan, lalu berkumur.
lho?!?!?
iya, seharusnya kan: masukkan air, berkumur, lalu dibuang.
namun yang dilakukannya:
masukkan air, ditelan, lalu dikumur (berkumur
*hopeless*
“misya… bukan gitu…”, aku ingin mengambil gelas itu.
namun dia menjerit (i hate baby’s screaming).
akhirnya kubiarkan saja dia “berkumur”, ehm, maksudku “menelan”.
dan untuk mencegah hal” yang tidak diinginkan, air mentah untuk berkumur, kuganti dengan air matang (jenius bukan?!?!).
namun akibatnya…
satu jam kemudian, perut misya kembung….
*adikku sayang, adikku malang….*
dasar bayi.